Minggu, 19 April 2009

Prospek pahlawan devisa terdidik saat ini cukup menjanjikan. Indonesia yang memiliki kurang lebih 600 institusi perawat, yang terdiri dari Poltekes, Akademi Perawat dan Psik, yang menghasilkan 31.000 perawat per tahun (Pidato Kepala PPSDM pada Wisuda Psik UGM, 21 April 2005). Sementara kebutuhan tenaga perawat dunia semakin meningkat, maka jika kebutuhan tersebut dapat dipenuhi, maka akan memberikan sumbangan yang cukup besar bagi pemasukan negara. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) kewalahan memenuhi permintaan tenaga kerja formal bidang kesehatan, khususnya tenaga perawat dan pendamping lanjut usia (careworkers), dari negara-negara Asia Pasifik, Timur Tengah dan Amerika yang jumlahnya mencapai ribuan orang (http://www.bnp2tki.go.id, Akses 30 Maret 2009). 
Data BNP2TKI menunjukkan, dari total kuota 1.000 tenaga perawat yang diberikan Jepang tahun 2008 lalu baru terpenuhi 208 TKI, atau masih tersedia 792 posisi. Sementara untuk tahun 2009, permintaan tenaga perawat dan careworkers selain datang dari Jepang, juga ada permintaan dari Hongkong, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Yordania, dan negara-negara lain. Moh Jumhur Hidayat (2009) mengemukakan bahwa permintaan tenaga perawat, jumlahnya luar biasa besar sehingga Indonesia perlu bekerja keras untuk memenuhi permintaan dari negara-negara tersebut.
Untuk memenuhi permintaan yang sangat besar itu, menurut Jumhur, BNP2TKI membuka peluang bagi sekolah-sekolah tinggi kesehatan yang menyediakan program pengadaan perawat bekerja sama menyalurkan lulusan-lulusannya. 
  1. Undang-undang Nomor20Tahun 2003tentangSistem Pendidikan Nasional
  2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  3. Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 1991 tentang Latihan Kerja
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1998 tentang Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kerja
  6. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 261 /U/1999 tentang Penyelenggaraan Kursus
  7. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 229/Men/2003 tentang Tata Cara Perijinan Lembaga Pelatihan Kerja
  8. Perda Kabupaten Sleman tentang Tata Cara Permohonan Ijin Penyelenggaraan/Pendirian Lembaga Latihan Kerja Swasta

Syarat untuk perawat dapat bekerja di luar negeri adalah lulus seleksi perawat di negeri tujuan, dan Bahasa Inggeris. NCLEX (National Council Licensure Examination) adalah syarat bagi setiap perawat asing yang mau bekerja di negara-negara tujuan seperti Kuwait, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Singapore dan Malaysia cukup dengan ujian NCLEX 30 points dan 450 points untuk TOEFL. Di lain pihak negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggeris Australia dan negara-negara Eropa memerlukan lulus NCLEX 50 points dan TOEFL skor 500 atau lebih.


1. Bahasa Inggris 
Pemahaman Bahasa Inggris dasar (Dasar komunikasi lisan)
Pengembangan kemampuan dasar bahasa Inggris seperti mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis disesuaikan dengan situasi di Rumah Sakit.

2. Materi Keperawatan 
Dasar Keperawatan (fundamental of Nursing) 
Praktek Keperawatan (Clinical Nursing) 
Masalah Profesi Keperawatan (Professional Issues) 
Pengembangan kemampuan memakai bahasa istilah medis dan keperawatan (Medical Vocabulary) 

 

Metode Pelatihan
Pelatihan dilakukan dengan cara:
a. klassikal 
b. diskusi 
c. latihan test 
d. presentasi 
e. lahan praktik (Rumah Sakit atau Puskesmas)

Dalam hal rekrutmen maka LPPSDM Mitra Global Sarana bekerja sama degan PPTKIS PT. IIN ERA SEJAHTERA yang berkantor pusat di Malang Jawa Timur dan telah mendapatkan lisensi sebagai kantor cabang. Sehingga kewajiban LPPSDM Mitra Global Sarana tidak hanya melatih tetapi juga membantu peserta sampai mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Proses seleksi dilakukan sebagai berikut:

Rekrutment 



Dokuman persyaratan yang diperlukan, semua dalam bahasa Inggris:
Lisensi perawat yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan atau yang berasal dari Nursing Board dari negara yang bersangkutan, contoh Indonesia, Nepal, China,Thailand, Filipina, India atau negara-negara lainnya.
Ijasah Perawat yang setara dengan pendidikan tinggi Akademi perawat atau yang berasal dari universitas/fakultas ilmu keperawatan
Pengalaman kerja di rumah sakit minimal selama 2 tahun (3 tahun untuk perawat yang ingin bekerja di Malaysia).
Transkrip Nilai Akademi perawat atau yang berasal dari universitas/fakultas ilmu keperawatan
Ijasah SMA - higher secondary education (Grades 10-12).
Ijasah SMP - three years' lower secondary (Grades 7-9)
Foto copy pasport, Identitas diri (ID)
Akte kelahiran
Surat referensi dari Rumah Sakit tempat bekerja sekarang yang menyatakan perawat tersebut bekerja di RS , berarti dibutuhkan perawat yang sedang bekerja di RS Indonesia, Nepal, China atau RS di negara asal perawat tersebut.
Foto (3) 2" x 2" passport-sized photos
Surat kelakuan baik/ tidak terlibat criminal
Nilai prediksi TOEFL
Seleksi awal (prescreening) 

a) Pembayaran Seleksi Awal adalah sebesar Rp 250.000
b) Test Bahasa menggunakan TOEFL test
c) Test keperawatan menggunakan NCLEX
d) Interview dan Skill assesment.
e) Hasil seleksi awal , perawat dengan :

Nilai TOEFL >450 dapat dimasukkan didalam program bekerja di Amerika, Canada, Australia, dan Eropa.
Niiai TOEFL <>

Rincian baiya training dan relokasi
A. Biaya Pendaftaran Rp.150.000,-
B. Biaya Training Rp. 950.000,-
C. Biaya Pemberangkatan(dicicil selama 6 bulan setelah bekerja, + 2,5 bulan gaji)

untuk donwkload brosur kllik Here  // atau disini saja



Tidak ada komentar:

Posting Komentar